Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pengalaman Nanik selama beberapa bulan terakhir di jajaran pimpinan BGN menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan Presiden Prabowo Subianto.
Dengan keterlibatan langsung dalam berbagai kegiatan dan proses kerja lembaga, Nanik dinilai telah memahami tantangan maupun kebutuhan pembenahan yang harus segera dilakukan.
“Beliau kan sudah beberapa saat terakhir, beberapa bulan mengembang amanah sebagai wakil kepala badan gizi nasional. Sehingga kita meyakini beliau sudah cukup waktu untuk memahami seluruh proses atau kegiatan yang berjalan di badan gizi nasional,” ujar Prasetyo dalam pernyataan di Jakarta, dikutip Jumat, 5 Juni 2026.
Selain aspek pengalaman, pemerintah juga menyoroti ketegasan Nanik dalam memastikan disiplin kerja di lingkungan BGN.
Berdasarkan hasil evaluasi dan monitoring yang dilakukan pemerintah, Nanik dinilai konsisten mengawal penerapan standar operasional prosedur (SOP) serta tata kelola lembaga agar berjalan sesuai ketentuan.
“Yang kedua, dalam evaluasi dan monitoring, beliau salah satu yang cukup kalau boleh dibilang sangat strict, sangat tegas terhadap yang kemarin kami sampaikan kedisiplinan di dalam menjalankan SOP-SOP,” kata Prasetyo.
Menurutnya, ketegasan tersebut tidak hanya menyangkut aspek administrasi dan manajemen kelembagaan, tetapi juga dalam menjaga mutu makanan yang disalurkan kepada para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kedisiplinan di dalam menjalankan manajemen di badan gizi nasional, kedisiplinan juga di dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan kepada seluruh penerima manfaat," tegasnya.
Presiden Prabowo Subianto pada Selasa, 2 Juni 2026 mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana dan dua wakilnya Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung dari jabatan mereka.
Sebagai penggantinya, Presiden menunjuk Nanik S Deyang untuk memimpin BGN. Sementara posisi wakil kepala dipercayakan kepada Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.
BERITA TERKAIT: