Dalam pernyataan resminya, Mesir dan Arab Saudi menegaskan dukungan penuh kepada kedua negara Teluk tersebut serta menolak segala tindakan yang melanggar kedaulatan negara-negara di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyebut serangan terhadap Bahrain sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan negara dan eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan serta stabilitas kawasan Teluk. Mesir juga menegaskan bahwa keamanan negara-negara Teluk merupakan bagian penting dari keamanan nasional Arab.
Sementara itu, Arab Saudi mengecam serangan Iran terhadap Bahrain dan Kuwait. Riyadh menilai tindakan tersebut sebagai agresi yang tidak dapat diterima dan berpotensi mengganggu stabilitas kawasan.
"Arab Saudi mengutuk keras agresi brutal Iran dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Bahrain dan Kuwait," menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, dikutip Kamis, 4 Juni 2026.
Arab Saudi juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk serangan yang menyasar negara-negara Teluk. Menurut Riyadh, tindakan tersebut tidak hanya mengancam keamanan kawasan, tetapi juga melemahkan berbagai upaya internasional untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.
"Kerajaan menolak serangan-serangan yang merusak kedaulatan negara-negara Teluk bersaudara dan melemahkan upaya internasional yang bertujuan memulihkan keamanan dan stabilitas di kawasan," lanjutnya.
Kecaman itu muncul setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone baru di kawasan Teluk Persia di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat. Di Kuwait, serangan tersebut dilaporkan menewaskan satu orang dan menyebabkan gangguan penerbangan.
BERITA TERKAIT: