Krisis di berbagai kawasan hingga gangguan tata kelola global disebut ikut memicu kenaikan harga energi.
“Situasi dunia saat ini sangat tidak terprediksi dan sudah menimbulkan tekanan ekonomi global,” ujar Menteri Luar Negeri Sugiono di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.
Ia menyebut pemerintah merespons kondisi tersebut dengan memperkuat posisi Indonesia melalui politik luar negeri bebas aktif, sekaligus menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.
Dalam aspek ekonomi, pemerintah mempercepat transisi energi dari fosil ke energi terbarukan sebagai langkah menghadapi lonjakan harga energi. Program yang didorong meliputi biodiesel, bioetanol, energi surya, panas bumi, hingga pemanfaatan pengelolaan sampah sebagai sumber energi.
“Tekanan global membuat percepatan energi alternatif harus dilakukan lebih cepat,” jelas Sugiono.
Ia juga menyoroti intensifikasi diplomasi Indonesia dalam satu setengah tahun terakhir, termasuk kunjungan Presiden ke Moskow dan Prancis yang membahas kerja sama energi serta respons terhadap krisis global.
Pemerintah menegaskan kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya tahan energi di tengah ketidakpastian dunia.
BERITA TERKAIT: