Indonesian Gourmet Festival Promosikan Cita Rasa Nusantara di Beijing

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Kamis, 04 Juni 2026, 16:19 WIB
rmol news logo Kekayaan kuliner Indonesia kembali diperkenalkan ke panggung internasional melalui Indonesian Gourmet Festival yang resmi dibuka di Beijing, Rabu waktu setempat, 3 Juni 2026.

Festival hasil kolaborasi KBRI Beijing dan Grand Hyatt Beijing Oriental Plaza itu akan berlangsung hingga 28 Juni 2026 dengan mengusung tema “An Archipelago of Flavors”, menampilkan keragaman cita rasa dari berbagai daerah di Nusantara.

Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, yang membuka langsung festival tersebut menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Tiongkok tidak hanya ditopang kerja sama ekonomi yang terus berkembang, tetapi juga oleh ikatan persahabatan antarmasyarakat yang terjalin melalui budaya dan kuliner.

"Kemitraan komprehensif strategis Indonesia telah menunjukkan peningkatan positif melalui angka perdagangan yang melampaui 167 miliar dolar AS tahun lalu dan investasi yang mencapai 7,5 miliar dolar AS. Namun dibalik angka-angka adalah hubungan kuat persahabatan antar masyarakat. Makanan merupakan jembatan penghubung dari tali penguat persahabatan tersebut," ungkap Dubes Djauhari dalam sambutan pembukanya.

Menurutnya, makanan menjadi salah satu medium penting yang menghubungkan Indonesia dengan Tiongkok sejak berabad-abad lalu melalui jalur perdagangan maritim. 

"Kapal dagang kuno melintasi lautan, mengirimkan sutra dan keramik Tiongkok ke Indonesia, sementara rempah-rempah berharga Indonesia termasuk pala, cengkeh, dan lada tersebar, bukan hanya ke Tiongkok, tapi juga ke Eropa," papar Dubes. 

Festival tersebut menghadirkan tiga chef Indonesia, yakni Ibnu Hajar dan Kiky Arie Morfi dari Grand Hyatt Jakarta serta Ari Aprianto dari Park Hyatt Jakarta. 

Mereka menyajikan beragam hidangan khas Nusantara, mulai dari rendang, sop konro, gudeg, ayam woku, bebek betutu, nasi lapola, gado-gado, tahu gejrot, hingga aneka kudapan dan minuman tradisional seperti pisang goreng, klepon, es teler, dan es cendol.

Salah satu chef yang terlibat, Ibnu Hajar, mengaku bangga dapat memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia kepada masyarakat Tiongkok. 

"Ini merupakan kesempatan pertama kalinya ke Tiongkok, dan semoga masyarakat Tiongkok menyukai hidangan yang disiapkan", ujarnya.

Selain menyuguhkan pengalaman kuliner, pembukaan festival juga dimeriahkan pertunjukan musik gamelan yang dipadukan dengan alat musik tradisional Tiongkok, erhu dan pipa. 

KBRI Beijing turut mempromosikan berbagai produk unggulan Indonesia, termasuk kopi luwak, kopi Ijen dan Kerinci, serta sejumlah produk makanan yang telah memasuki pasar Tiongkok.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA