
Seorang demonstran tewas ditembak dan puluhan lainnya terluka pada Jumat (1/2) setelah polisi anti huru-hara terlibat bentrok dengan demonstran yang menuntut penggulingan Presiden Mesir Mohamed Mursi.
Dalam aksi kali ini para demonstran melakukan provokasi dengan melemparkan bom molotov dan sejumlah petasan di depan Istana Presiden di Mesir. Menanggapi agar aksi anarki ini tidak meluas, polisi mengerahkan meriam dan gas air mata ke arah demonstran.
Namun demikian, sejumlah saksi ada yang melihat bahwa mereka menyaksikan langsung seorang pengunjuk rasa di Kairo yang ditembak mati dengan peluru tajam di depan mata kepala mereka.
"Ia ditembak dengan dua peluru. Laporan dari pihak rumah sakit mengatakan bahwa tembakan mengenai leher dan sisi kanan dada," kata salah satu saksi, Ragia Omran, sebagaimana dilansir
Reuters (Sabtu, 2/2),
Sumber medis dan keamanan mengonfirmasi bahwa korban tewas tersebut bernama Mohamed Hussein Qurany, 23, yang tewas setelah dihujam peluru tajam. Kepala Layanan Ambulans Mesir menyebut sedikitnya terdapat 54 orang yang terluka dalam demonstrasi ini.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: