Pada waktu normal pertandingan, kedua kesebelasan saling jual beli serangan. Mesir unggul lebih dulu atas Australia di menit ke-13 lewat sundulan Emam Ashour usai meneruskan umpan silang dari Karim Hafez.
Kedudukan 1-0 untuk Mesir bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Tim Kanguru tampil ngotot untuk menyamakan kedudukan.
Alhasil pada menit ke-55, Australia menyamakan kedudukan 1-1 lewat gol bunuh diri pemain Mesir Mohamed Hany.
Hingga 90 menit berlangsung, Mesir terlihat lebih banyak menguasai pertandingan. Memasuki babak tambahan, Mesir juga tampil dominan.
Mohamed Salah dkk terlihat ingin memenangkan pertandingan tanpa lewat adu penalti. Sebaliknya, Australia terlihat lebih bertahan dan berharap mencapai babak adu penalti.
120 menit telah dilakoni kedua tim. Pemenang pertandingan kemudian ditentukan lewat drama adu penalti alis tos-tosan.
Nahas, eksekutor pertama Australia, sang kapten Harry Souttar gagal memasukan bola usai tendangannya melambung ke kiri atas gawang Mesir yang dikawal Mohamed El Shenawy.
Sementara para eksekutor Mesir berhasil menceploskan bola ke gawang Australia yang dikawal Mathew Ryan.
Nasib sial kembali menimpa penendang keempat Australia, Lucas Herrington. Pemain berusia 18 tahun terlihat tegang saat menghadapi bola di titik 12 pas. Alhasil tendangannya mengenai mistar gawang Mesir.
Selanjutnya, penentu kemenangan Mesir ada di pundak bek Hossam Abdelmaguid. Pemain bernomor punggung 4 itu dengan tenang mengecoh Mathew Ryan. Praktis gol itu mengantarkan kemenangan Mesir lewat drama adu penalti dengan skor 4-2.
Mesir menjadi negara Afrika kedua yang lolos ke babak 16 besar setelah Maroko yang juga melangkah maju melalui drama adu penalti kontra Belanda.
Kemenangan ini membuat Mesir mengukir sejarah di Piala Dunia dengan lolos ke babak 16 besar.
Kekalahan Australia membuat wakil Asia tidak ada yang berhasil lolos ke babak 16 besar. Sebelumnya, Jepang gagal melangkah usai takluk dari Brasil 1-2.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: