Tim Tango berhasil memutarbalikan kedudukan menjadi 3-2 setelah tertinggal sebelumnya 0-2 dari Mesir.
Sejak peluit awal pertandingan, Mohamed Salah dkk tampil agresif. Alhasil pada menit ke-14, sundulan Yasser Ibrahim usai memenangkan duel udara melawan Lisandro Martinez. Bola meluncur ke gawang Argentina yang dikawal Emiliano Martinez.
Sang kapten Argentina, Lionel Messi sempat membuka peluang bagi Argentina untuk menyamakan kedudukan. Namun sayang, eksekusi dalam titik 12 pasnya berhasil ditangkap kiper Mesir Mostafa Shoubir di menit ke-19.
Hingga turun minum, keunggulan 1-0 untuk Mesir tetap bertahan. Memasuki babak 2, anak asuh Lionel Scaloni menggebu untuk menyamakan kedudukan. Namun, keasyikan menyerang, melalui skema serangan balik yang cepat, striker Mesir Mostafa Zico berhasil melesakkan bola ke gawang Martinez.
Mental pemain Argentina sempat down usai gol tersebut. Namun, Tim Tango membuktikan kelasnya sebagai bukan tim kemaren sore. Sundulan Cristian Romero di menit ke-79 berhasil memperkecil ketinggalan Argentina menjadi 1-2.
Gemuruh seluruh stadion terjadi saat si bocah ajaib Lionel Messi mampu menyepolkan bola ke gawang Mesir melalui tendangan keras kaki kirinya di menit ke-83 dengan memanfaatkan kemelut di kotak penalti.
Skor 2-2 terjadi hingga masa injury time. Malapetaka bagi Mesir terjadi di menit ke-90+2 melalui serangan balik yang cepat, Enzo Fernadez berhasil menanduk bola yang membuat kiper Mesir Shoubir hanya bisa melongo menyaksikan si kulit bundar bersarang di pojok kiri gawang.
Gol tersebut sempat diprotes oleh pemain dan official Mesir untuk dibuktikan dalam VAR. Pasalnya, ada indikasi pelanggaran dari pemain Argentina sebelum proses terjadinya gol. Namun, tuntutan tersebut ditolak wasit. Justru satu kartu merah diperoleh oleh seorang offical Mesir akibat protes keras ke wasit.
Gol Fernandez tetap sah yang membuat keunggulan 3-2 untuk Argentina. Dengan Mesir tertinggal 3-2, tensi pertandingan semakin tinggi. Permainan keras dan hujan kartu kuning terjadi.
Usai tambahan waktu 7 menit, skor 3-2 tidak berubah. Wasit akhirnya meniup peluit panjang dengan kemenangan Argentina 3-2. Pertandingan ini juga menambah rekor Messi sebegai pencetak gol dalam 9 pertandingan Piala Dunia berturut-turut.
Selain itu, hasil dalam pertandingan ini juga mengantarkan pemain kelahiran 24 Juni 1987 itu sebagai pencetak gol terbanyak sementara di Piala Dunia 2026.
Argentina kini menanti pemenang antara Kolombia vs Swiss pada Rabu, 8 Juli 2026 ini sebagai lawan di babak perempat final.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: