Bursa Eropa Melemah, Saham Teknologi dan Farmasi Tertekan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Sabtu, 15 Agustus 2026, 07:01 WIB
Bursa Eropa Melemah, Saham Teknologi dan Farmasi Tertekan
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
Kecil Besar
rmol news logo Pasar saham Eropa ditutup sedikit melemah pada perdagangan Jumat 14 Agustus 2026, setelah tekanan pada saham teknologi dan farmasi mengimbangi penguatan sektor keuangan serta pertahanan.

STOXX Europe 50 turun 0,1 persen menjadi 6.541, setelah sehari sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Sementara STOXX 600 melemah 0,2 persen menjadi 658. 

Saham teknologi tertekan oleh aksi ambil untung setelah penguatan sepanjang pekan. ASML turun 0,2 persen dan Infineon melemah sekitar 1,2-1,3 persen di tengah perhatian investor terhadap besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan oleh perusahaan teknologi besar.

Saham farmasi juga menjadi pemberat. Argenx turun 3,2 persen, Sanofi melemah 1,2 persen, sementara AstraZeneca dan GSK masing-masing turun lebih dari 2 persen.

Di sisi lain, saham perbankan dan asuransi menguat meski imbal hasil obligasi pemerintah Eropa meningkat. Deutsche Bank dan Intesa Sanpaolo naik hampir 1 persen, sedangkan Allianz dan Munich Re menguat lebih dari 1 persen.

Di Inggris, FTSE 100 turun untuk sesi kelima berturut-turut dan melemah sekitar 1,4 persen sepanjang pekan. Penurunan dipimpin saham pertambangan setelah harga logam industri melemah. Antofagasta anjlok lebih dari 4 persen, Glencore turun 2 persen, sedangkan Anglo American dan Rio Tinto masing-masing melemah lebih dari 1 persen.

Saham farmasi juga tertekan, dengan AstraZeneca dan GSK turun lebih dari 2 persen. Sebaliknya, Shell naik 1 persen karena harga minyak tetap menguat. Aviva juga bertambah hampir 2 persen setelah melaporkan kenaikan laba 24 persen pada semester pertama.

Di Italia, FTSE MIB turun 0,2 persen menjadi 53.583. Saham utilitas melemah akibat kenaikan harga gas Eropa, dengan Enel turun 2 persen dan Italgas 1,6 persen. Saham teknologi juga terkoreksi, termasuk Prysmian yang turun 2 persen dan STMicroelectronics 1,9 persen.

Sebaliknya, saham pertahanan menguat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik. Fincantieri naik 3,2 persen, sementara Leonardo bertambah 1 persen. Saham keuangan turut menguat di tengah ekspektasi konsolidasi sektor perbankan Italia.

Di Jerman, DAX justru mencetak rekor baru setelah naik 0,5 persen menjadi 26.432. Penguatan didorong saham pertahanan dan teknologi tertentu. Rheinmetall melonjak 3,2 persen, sementara MTU Aero Engines dan Airbus naik lebih dari 1,3 persen. SAP juga menguat 3 persen di tengah spekulasi akuisisi perusahaan perangkat lunak Amerika Serikat, Workday.

Namun, saham utilitas dan semikonduktor menjadi penahan laju indeks. E.ON anjlok 4,4 persen setelah rancangan regulasi gas mengecewakan pasar, sedangkan Infineon turun 1,2 persen akibat aksi ambil untung.

Sementara itu, CAC 40 Prancis turun 0,2 persen menjadi 8.637. Ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi dan inflasi. Inflasi tahunan Prancis naik menjadi 2,1 persen pada Juli dari 1,8 persen pada Juni, memperkuat tekanan terhadap pasar obligasi dan saham yang sensitif terhadap suku bunga.

Saham mewah ikut tertekan, dengan LVMH turun 0,3 persen, L’Oréal 0,9 persen, dan Kering 1 persen. STMicroelectronics melemah 1,7 persen mengikuti tekanan pada saham teknologi Amerika Serikat.

Pergerakan pasar Eropa pada akhir pekan menunjukkan investor masih berhati-hati menghadapi kombinasi tekanan inflasi, kenaikan imbal hasil obligasi, ketegangan geopolitik, serta valuasi saham teknologi yang telah meningkat tajam. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA