Kepada ketua MPR, delegasi GMNI yang dipimpin Ketua Presidium Chrisman Damanik, melaporkan rapat koordinasi nasional (Rakornas) GMNI yang sudah berlangsung pada 9 - 11 Nopember 2016. Dalam Rakornas GMNI itu dibahas isu-isu kebangsaan seperti soal kebhinnekaan.
Menurut Chrisman, para mahasiswa dituntut untuk berperan aktif dan objektif di tengah berbagai kepentingan. Para mahasiswa harus menempatkan kepentingan negara agar tetap kondusif.
"Hasil Rakornas merupakan pengejawantahan agar Indonesia ke depan semakin lebih baik," katanya.
Dalam pertemuan itu, ketua MPR menjelaskan panjang lebar isu kebangsaan khususnya Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, reformasi menghasilkan banyak kemajuan. Namun, di sisi lain, terjadi penurunan wawasan kebangsaan. Dia mencontohkan hilangnya mata pelajaran seperti PMP (Pendidikan Moral Pancasila) dalam kurikulum pendidikan, penataran P4, hilangnya BP7.
Dalam soal kebhinnekaan, menurut Zulkifli, bangsa Indonesia sudah terlatih dengan keragaman.
"Maka kita punya Bhinneka Tunggal Ika. Sejak 71 tahun lalu sudah ada kesadaran kebhinnekaan itu," jelasnya.
Zulkifli mengajak kader GMNI untuk merawat kebhinnekaan itu.
"Nilai luhur ini harus kembali digelorakan. Caranya dengan merawat kebhinnekaan dengan menjadikan sebagai perilaku seperti saling menghargai dan menghormati," ujarnya.
[rus]
BERITA TERKAIT: