Menurut Oso sapaan akrab Oesman Sapta, kemenangan Trump adalah realita dunia. Sosok seorang Trump yang dikenal kontoversial jadi perhatian, ternyata dipilih oleh masyarakat Amerika menjadi Presiden. Artinya, masyarakat Amerika mulai menerima fenomena baru, mereka memilih sosok yang memiliki kontroversi.
Pernyataan ini disampaikan Oso disela-sela kunjungan kerja di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (10/11), seperti dalam rilis Humas MPR. Menurut Oso, Trump memiliki banyak kontroversi yang menempel pada dirinya. Salah satu kontroversi yang mencengangkan masyarakat dunia itu adalah saat Trump berfoto dengan wanita bugil.
"Apa yang disini dianggap tidak etis, ternyata disana tidak lagi menjadi persoalan, salah satunya soal moral. Tetapi itulah Amerika, mereka tidak mengambil pusing soal perilaku, yang penting bagaimana seorang pemimpin bisa memperjuangkan kepentingan mereka," kata Oso menambahkan.
Itulah sifat asli orang di negara Paman Sam. Mereka hidup di alam yang sangat demokratis. Memiliki daya kritis tinggi, dan memiliki kebanggan yang sangat besar terhadap negaranya, meskipun banyak diantara warga Amerika yang merupakan pendatang.
Terpilihnya Trump mencerminkan adanya keinginan perubahan, baik di Amerika maupun dunia. Tetapi perubahan yang selama ini dikampanyekan Trump tidak akan gampang untuk diwujudkan. Ini terjadi karena zaman juga bisa berubah-ubah. Selain itu Trump juga mengimingi penurunan pajak, sehingga ia banyak diterima oleh para penguasaha. Karena pajak di sana, memang sering menjadi momok, yang tidak disenangi penguasaha.
"Itulah bahasa kampanye yang dipakai Trump untuk menarik simpati pemilih, ternyata itulah yang disukai masyarakat Amerika, tetapi tidak gampang mewujudkannya," kata Oso.
Terpilihnya Trump sebagai Presiden Amerika, menurut Oso tidak akan banyak mempengaruhi hubungan kedua negara. Pasalnya baik Indonesia maupun Amerika sama-sama saling memiliki kepentingan. Bagi Amerika, Indonesia tetap penting, karena Indonesia merupakan pintu masuk ke Asia Pasifik.
"Dari pada berseteru dengan Indonesia, Amerika pasti akan memilih mencari keuntungan ekonomi. Mereka tetap membutuhkan pasar dan bahan baku yang berasal dari Indonesia. Begitupun Indonesia, kita tidak bisa pisah dengan Amerika, seperti kita juga berhubungan dengan Cina, Jepang dan negara lainnya," kata Oso menambahkan.
Tetapi Amerika juga mewaspadai Indonesia. Karena masyarakat Indonesia sangat tenang, namun Indonesia juga mampu mengalahkan mereka yang terlihat kuat. Jadi sebenarnya Indonesia itu, lebih kuat dari mereka yang mengklaim kuat.
"Kita punya Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Itulah kunci bagi kemajuan dan kekuatan kita. Karena itu kita harus terus menjaga dan mengawalnya," tukas Oso.
[rus]
BERITA TERKAIT: