Sesaat sebelum menyampaikan kuliah umum, Zulkifli Hasan menerima penganugerahan jas almamater UMM sebagai anggota istimewa keluarga besar UMM. Dalam kuliah umum tersebut, Zulkifli mengapresiasi perkembangan yang dicapai UMM dan berharap para mahasiswa dapat meraih cita-citanya.
"Saya dulu berasal dari kampus biasa, itupun bisa membuat saya menjadi Menteri Kehutanan dan Ketua MPR. Apalagi kalian yang saat ini bisa belajar di tempat yang bagus, dengan dosen dan perlengkapannya yang bagus juga," ujarnya.
Pada kesempatan itu, ketua umu PAN ini mengatakan bahwa Pancasila yang digunakan sebagai dasar dan falsafah bangsa, digali dari bumi Indonesia,. Akan tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya berlaku secara universal.
Setelah 70 tahun, kebenaran dan universalitas Pancasila bisa dibuktikan. Akan tetapi bangsa Indonesia sendiri malah mulai melupakan Pancasila. Seperti bangsa-bangsa lain, Indonesia memilih menuruti Globalisasi dan meminggirkan Pancasila.
Globalisasi, menurut Zulkifli, menerpa Indonesia bersamaan dengan masuknya demokratisasi di awal reformasi. Sejak itu, tuntutan akan otonomi semakin menjadi. Hak asasi ditegakkan, di atas reruntuhan kepentingan sosial. Pada saat yang sama perusahaan-perusahaan asing makin tajam mencengkeramkan kuku-kukunya untuk melahirkan sistem ekonomi liberal.
"Satu persatu sila dalam Pancasila sudah ditinggalkan, yang paling terlihat adalah sila ke-4 dan ke-5. Ini tidak boleh kita biarkan, dan sudah saatnya bagi bangsa Indonesia untuk kembali kepada Pancasila", kata Zulkifli lagi.
Karena itu pilihan langsung yang menimbulkan banyak efek negatif perlu dikaji kembali.
"Bukan saya tak setuju pilihan langsung, tapi sistem tersebut perlu dikaji dan disempurnakan", kata Zulkifli menambahkan.
Lebih dari 7 ribu civitas akademika UMM ikut serta dalam acara tersebut. Dari jumlah itu 6.800 di antaranya merupakan mahasiswa baru UMM. Sementara sisanya merupakan mahasiswa asing yang berasal dari 22 negara. Tampak ikut hadir pada acara tersebut anggota Watimpres yang juga Pembina UMM Prof. Dr Malik Fajar dan Rektor UMM prof. Dr. Muhadjir Effendy M.Ap.
[ian]
BERITA TERKAIT: