Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Direktur GREAT Institute, Syahganda Nainggolan saat berbincang dengan
RMOL melalui sambungan telepon pada Selasa, 7 April 2026.
“Nah kita harus menggantikan model-model kayak Reza Chalid itu, pemain-pemain minyak yang direstui di Indonesia, ini harus ada,” ujar Syahganda.
Dia mengurai, Riza Chalid pada era pemerintahan Presiden ke-2 RI Soeharto hingga Presiden ke-7 RI Joko Widodo, setidaknya punya peranan untuk menjaga stok BBM dalam negeri agar tidak terganggu.
“Kalau zaman Pak Harto atau beberapa zaman kemarin, Riza Chalid ya (yang punya peranan), sebelum dia dianggap melakukan pidana ya,” tuturnya.
“Tapi kita sekarang butuh orang-orang seperti itu, yang negara menunjuk. Supaya apa? Supaya kita tuh barangnya ada,” Samsung Syahganda.
Oleh karena itu, aktivis era 1980-an lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) itu tak sepakat jika harga BBM dinaikan sesuai usul mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Justru, dia mengusulkan solusi kepada Pemerintahan Presiden Prabowo agar dapat mencari sosok yang mampu memenuhi stok minyak di dalam Negeri.
“Jadi jangan dinaikin dulu yang penting barang ada, nanti dievaluasi secara periodik gitu loh,” demikian Syahganda menambahkan.
BERITA TERKAIT: