“Mereka yang terganggu secara ekonomi mulai mencari kanal politik. Ini berbahaya jika bertemu dengan kelompok yang memang punya agenda pemakzulan,” kata pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah, dikutip Senin 6 April 2026.
Amir juga menyinggung adanya narasi pemakzulan yang sebelumnya sempat mencuat di ruang publik. Menurutnya, isu tersebut belum sepenuhnya padam dan berpotensi muncul kembali dengan momentum yang tepat.
Yang menarik, Amir menyebut adanya kelompok yang bergerak secara diam-diam, termasuk pihak-pihak yang secara formal berada dalam lingkar kekuasaan.
“Secara kasat mata mungkin tidak terlihat, tapi ada kelompok yang menunggu momentum. Mereka tidak bergerak terbuka,” kata Amir.
Amir bahkan mengaitkan hal ini dengan potensi skenario suksesi kekuasaan, di mana sebagian pihak disebut berharap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat naik menggantikan jika terjadi krisis politik.
Dalam analisis yang lebih luas, Amir juga menyinggung kemungkinan adanya dukungan jaringan internasional dalam dinamika ini. Salah satu nama yang disebut adalah George Soros.
“Dalam banyak kasus global, instabilitas politik seringkali tidak berdiri sendiri. Ada jaringan, ada kepentingan, dan ada desain yang lebih besar,” pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: