Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median), Rico Marbun menilai, kurang tepat jika persepsi publik menganggap Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 masih lama, jika mengacu pada tahapan waktu yang merujuk Undang-Undang Pemilihan Umum (UU Pemilu nomor 7 tahun 2017).
"Pilpres akan berlangsung Februari 2029, artinya itu hanya 2 tahun 5 bulan lagi," kata dia kepada
RMOL, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, calon kandidat Pilpres 2029 wajarnya mulai mengenalkan diri sedari sekarang, mengingat cakupan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berupa kepulauan dan sangat luas serta banyak.
"Bayangkan negara sebesar Indonesia, (ada) 38 provinsi dan 514 kota/kabupaten, rasanya perlu hampir 2 tahun untuk bisa datang ke seluruh kota/kabupaten. Jadi 2 tahun 5 bulan itu tak lama," kata Rico.
"Saat ini tepat untuk babak penyisihan menuju final di 2029. Untuk bursa capres seperti ygan dipetakan
RMOL, memang terjadi asimetri kekuatan," sambungnya.
Terlebih dari nama-nama yang muncul di bursa capres
RMOL, terdapat gap antara alite politik dalam hal popularitas dan elektabilitas, sehingga memerlukan upaya lebih dari yang akan bersaing dengan kandidat yang kini telah moncer.
"Prabowo, Dedi Mulyadi, dan Anies Baswedan memiliki elektabilitas yang jauh tinggi meninggalkan AHY, Cak Imin dan Gibran," demikian Rico.
BERITA TERKAIT: