Prabowo Dorong Optimalisasi Aset BUMN, Perluas Kolaborasi dengan Swasta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/hani-fatunnisa-1'>HANI FATUNNISA</a>
LAPORAN: HANI FATUNNISA
  • Senin, 05 Oktober 2026, 18:14 WIB
Prabowo Dorong Optimalisasi Aset BUMN, Perluas Kolaborasi dengan Swasta
Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani (Foto: BPMI Setpres)
Kecil Besar
rmol news logo Presiden RI Prabowo Subianto mendorong optimalisasi aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari langkah lanjutan program streamlining perusahaan pelat merah. 

Hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 5 Oktober 2026. 

Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pemerintah tengah menyiapkan langkah lanjutan untuk mengonsolidasikan program streamlining BUMN yang telah berjalan.

Pengelolaan aset akan diarahkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sekaligus membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan sektor swasta.

“Ya sekarang kita sedang lakukan, optimalisasi aset-aset BUMN, kemudian juga meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, termasuk juga kita membuka untuk kerja sama yang lebih luas kepada private sector, kepada dunia usaha,” ujar Rosan usai rapat.

Dikatakan bahwa optimalisasi aset menjadi perhatian karena besarnya aset yang dikuasai BUMN belum sepenuhnya berbanding lurus dengan pendapatan maupun arus kas yang dihasilkan. 

Karena itu, Presiden Prabowo memberikan arahan agar aset-aset tersebut dikelola secara lebih produktif melalui perencanaan yang matang dan terukur.

“Mungkin in term of asset kita besar, tapi in term of cashflow-nya, pendapatannya berbanding asetnya masih sangat kecil. Nah ini yang Bapak Presiden memberikan arahan bagaimana sekarang kita mengoptimalkan aset-aset yang ada di BUMN ini dengan tentunya perencanaan yang baik, terukur, terstruktur, karena kita sovereign wealth fund, memberikan juga keuntungan, yield yang baik juga,” ungkapnya.

Menurut Rosan, pemerintah selanjutnya akan melakukan analisis menyeluruh terhadap berbagai aset BUMN untuk menentukan potensi pengembangan dan pemanfaatannya. 

Dalam proses tersebut, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan sektor swasta, khususnya untuk kegiatan usaha yang tidak berkaitan dengan kepentingan strategis negara.

“Kalau misalnya dunia usaha atau private sector bisa melakukan lebih baik, dan itu memang itu bukan hal-hal yang sifatnya strategis, ya kita memberikan ruang lebih besar kepada dunia usaha untuk pengembangan usaha-usahanya,” kata Rosan.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA