Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Senin, 05 Oktober 2026, 09:49 WIB
Nonton Film ‘Istimewa’ Bareng Penyandang Disabilitas, Legislator PKS Dorong Kesetaraan
Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani mengajak penyandang disabilitas dari sejumlah komunitas menonton bersama film ‘Istimewa’. (Foto: Dok. F-PKS)
Kecil Besar
rmol news logo Anggota DPR RI Meitri Citra Wardani mengajak penyandang disabilitas dari sejumlah komunitas menonton bersama film Istimewa di CGV Sunrise Mall Kota Mojokerto, baru-baru ini.

Kegiatan yang diikuti komunitas National Paralympic Committee (NPC) Mojokerto, Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Mojokerto, Kesuma Indonesia, dan komunitas difabel lainnya itu dinilai menjadi ruang untuk menghadirkan pengalaman yang setara bagi penyandang disabilitas.

Menurut Meitri, film Istimewa tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang kehidupan, perjuangan, potensi, dan hak penyandang disabilitas.

“Hari ini kita nonton bareng dengan teman-teman NPC, PPDI, Kesuma, dan alhamdulillah acaranya luar biasa. Film ini memang sangat istimewa untuk mereka yang Allah berikan keistimewaan,” ujar Meitri kepada wartawan, Senin, 5 Oktober 2026.

Legislator PKS dari Dapil Jawa Timur VIII itu menegaskan, kesetaraan tidak cukup hanya dibicarakan melalui regulasi dan slogan. Kesetaraan harus diwujudkan dengan memberikan kesempatan yang sama kepada penyandang disabilitas untuk menikmati ruang publik dan beraktivitas di tengah masyarakat.

“Belum tentu selama ini mereka mendapatkan pengalaman seperti ini. Saya ingin teman-teman disabilitas merasakan bahwa mereka juga punya ruang yang sama, punya kesempatan yang sama. Rasa kesetaraan itu penting kita tumbuhkan, supaya kita bisa berlaku adil, bahkan sejak dalam pikiran kita,” kata Meitri.

Ia juga meminta pemerintah memastikan fasilitas publik dapat diakses penyandang disabilitas. Sebab, menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk hidup layak dan memperoleh perlindungan.

“Setiap manusia memiliki hak untuk hidup layak di segala sektor dan mendapatkan perlindungan dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Maka setiap fasilitas umum, baik kesehatan maupun fasilitas lainnya, harus disiapkan dan dapat diakses juga oleh penyandang disabilitas,” tegasnya.

Meitri juga mendorong pemerintah daerah membuka lebih banyak ruang bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga, seni, musik maupun kreativitas lainnya.

“Mereka punya potensi di bidang kesenian, bisa menyanyi, bisa bermain musik, bisa berkarya. Berikan ruang kepada mereka. Kalau ada keterbatasan, pemerintah daerah bisa berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Secara regulasi, ruang itu sebenarnya sudah terbuka dan diatur dengan jelas,” katanya.

Meitri menegaskan, penyandang disabilitas tidak membutuhkan rasa iba semata, melainkan kesempatan dan dukungan agar dapat berkontribusi.

“Kawan-kawan difabel tidak sendiri. Kami menyayangi mereka, kami memahami mereka, dan kami ingin mereka tahu bahwa ada banyak pihak yang ingin berjalan bersama mereka. Yang mereka butuhkan bukan hanya rasa iba, tetapi kesempatan, ruang, dan dukungan untuk menunjukkan bahwa mereka juga mampu berkontribusi,” pungkasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA