Masalah Gibran bukan hanya soal tuntutan pembatalan status Cawapres sekaligus tuntutan agar MPR memakzulkan dan mengganti dengan Wapres yang lain.
Koordinator Tim Advokasi Penegak Etika, Moral & Integritas Bangsa, Ahmad Khozinudin mengatakan, persoalan Gibran esensinya adalah persoalan moral, etika dan integritas dunia pendidikan.
"Apakah bermoral, tak lulus SMA bisa menjadi Wapres? Apakah punya etika, hanya bermodal Suket menjadi Wapres?" kata Khozinudin, dikutip Senin 5 Oktober 2026.
Lantas di mana integritas dunia pendidikan yang memiliki ratusan ribu sekolah jenjang pendidikan setara SMA dan meluluskan jutaan, bahkan ratusan juta lulusan SMA dan yang setara SMA, jika dikangkangi dengan Suket yang kelasnya hanya setara kursus 6 bulan?
"Jadi, ini soal insentif pendidikan. Insentif pendidikan, itu akan tetap ada sepanjang nilai etika, moral dan integritas pendidikan tetap terjaga," kata Khozinudin.
Tanpa hal itu, kata Khozinudin, publik akan mendakwa dunia pendidikan dan mempertanyakan, untuk apa menempuh jenjang pendidikan resmi dan bersusah payah sekolah SMA, jika faktanya hanya dengan Suket saja Gibran bisa menjadi Wapres.
"Nilai-nilai etika, moral dan integritas bukan hanya penting di dunia pendidikan. Melainkan juga di dunia politik, akademis, usaha, lingkungan kerja, hingga dunia aktivis," kata Khozinudin.
BERITA TERKAIT: