Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah mengatakan bahwa pelemahan daya beli masyarakat, meningkatnya PHK, pengangguran, serta tekanan terhadap kelas menengah bukan hanya persoalan ekonomi semata.
“Dalam perspektif intelijen strategis, kondisi ekonomi merupakan salah satu indikator utama yang menentukan tingkat stabilitas politik suatu negara," kata Amir, dikutip Rabu 22 Juli 2026.
Menurut Amir, ketika masyarakat mulai kehilangan optimisme terhadap masa depan ekonomi, ruang munculnya ketidakpuasan akan semakin besar.
Ia menambahkan, sejarah menunjukkan bahwa berbagai perubahan politik di banyak negara sering kali diawali oleh tekanan ekonomi yang berkepanjangan.
Namun demikian, Amir menilai tekanan ekonomi tidak otomatis berujung pada krisis politik. Menurutnya, dampaknya sangat bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga kepercayaan publik melalui kebijakan yang efektif, transparan, dan konsisten.
Selain ekonomi, Amir menyoroti perkembangan teknologi digital yang membuka ruang semakin luas bagi operasi informasi.
Amir meniai media sosial kini telah menjadi arena kompetisi politik, penyebaran propaganda, disinformasi, hingga pembentukan opini publik yang dapat memengaruhi stabilitas nasional.
“Di era digital, perang tidak selalu menggunakan senjata. Narasi yang dibangun melalui ruang digital dapat memengaruhi psikologi masyarakat, memperbesar polarisasi, bahkan menurunkan tingkat kepercayaan terhadap institusi negara apabila tidak diantisipasi,” pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: