Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto menilai, pergantian tersebut dapat menjadi momentum bagi Djaka untuk memperkuat konsolidasi di tubuh Bea Cukai sekaligus mendukung penerimaan negara.
"Sudah menjadi rahasia umum bahwa hubungan Purbaya saat menjadi Menkeu dengan Djaka Budi tidak harmonis," kata Hari kepada
Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Minggu, 20 September 2026.
Menurutnya, masuknya Suahasil sebagai Menkeu membuka energi baru bagi Kemenkeu, termasuk dalam memperkuat kinerja DJBC.
"Tentunya dengan pergantian Purbaya kepada Suahasil menjadi energi baru mendukung kinerja bea cukai di bawah kepemimpinan Djaka Budi saat ini," ujarnya.
Hari bahkan melihat pergantian Purbaya sebagai keuntungan tersendiri bagi Djaka.
"Dengan Purbaya terhengkang dari posisi Kemenkeu menjadi kemenangan tersendiri untuk Djaka Budi," tegasnya.
Ia juga mengklaim pergantian tersebut mendapat respons positif di lingkungan Bea Cukai karena dinilai dapat meredakan persoalan internal yang berpotensi mengganggu konsolidasi penerimaan negara.
"Tentunya dengan digantinya Purbaya dengan Suahasil, langsung direspon positif oleh Bea Cukai," katanya.
Namun, isu keretakan hubungan Purbaya dan Djaka sebelumnya telah dibantah oleh keduanya. Djaka menyebut kabar tersebut tidak benar, sementara Purbaya mengatakan pergantian dirinya merupakan hak prerogatif Presiden.
Di sisi lain, Suahasil setelah dilantik sebagai Menkeu menyatakan akan menjaga kredibilitas fiskal dan disiplin APBN. Pergantian tersebut juga berlangsung di tengah kebutuhan pemerintah menjaga stabilitas kebijakan fiskal dan kepercayaan pasar.
Hari mengingatkan, jika persoalan internal dibiarkan, hal itu berpotensi mengganggu konsolidasi penerimaan negara.
"Karena jika Purbaya masih dipertahankan malah menyimpan 'api dalam sekam' perseteruan yang akan mengganggu konsolidasi penerimaan negara," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: