Dikutip dari CoinMarketCap, Selasa 22 September 2026, Bitcoin diperdagangkan di 86.614 Dolar AS atau naik 6,66 persen dalam 24 jam.
Dalam sepekan terakhir, Bitcoin telah menguat lebih dari 8 persen, sedangkan dalam tiga bulan terakhir kenaikannya mencapai sekitar 34 persen. Meski demikian, harga Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertingginya di atas 126.000 Dolar AS yang dicapai pada Oktober 2025.
Lonjakan terbaru ini turut didorong oleh short squeeze, ketika posisi jual investor terpaksa ditutup karena harga bergerak naik. Bitcoin juga berhasil menembus rata-rata pergerakan 50 minggu, yang dipandang sebagai sinyal teknikal penting. Pergerakannya juga menunjukkan korelasi sekitar 77 persen dengan indeks S&P 500, menandakan pengaruh faktor makro masih kuat.
Dari sisi teknikal, analis BTIG menyebut level 75.000 Dolar AS sebagai area penting yang perlu dipertahankan. Jika level tersebut bertahan, analis melihat ruang bagi Bitcoin untuk bergerak menuju 82.000 Dolar AS dan kemudian 90.000 Dolar AS.
Kenaikan Bitcoin juga terjadi di tengah ketidakpastian regulasi di Amerika Serikat. Senat AS pekan lalu memblokir kemajuan Clarity Act, rancangan undang-undang yang bertujuan membentuk kerangka regulasi aset kripto dan membagi pengawasan antara Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
BERITA TERKAIT: