Hadir dalam rapat, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah beserta para ketua fraksi, ketua komisi, ketua badan, serta jajaran sekretariat dewan.
Suhud mengatakan, pembahasan fokus pada penyusunan program dan kegiatan DPRD sepanjang 2027. Termasuk upaya mengoptimalkan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Ada sejumlah usulan yang disampaikan oleh para pimpinan, terutama berkaitan dengan bagaimana mengoptimalkan kegiatan-kegiatan dewan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Suhud.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain, pelaksanaan reses, tindak lanjut hasil reses, pengawasan peraturan daerah (Perda), serta Sosialisasi Perda.
“Selain itu, ada juga usulan untuk mengoptimalkan peran anggota dewan agar semakin intens berinteraksi dengan masyarakat,” kata Suhud.
Ia berharap rangkaian kegiatan yang disusun membuat kerja DPRD semakin terarah. Berdampak terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Seluruh usulan itu diakumulasi menjadi program kegiatan tahun 2027,” kata Suhud.
Kegiatan ResesBerdasarkan rancangan, pelaksanaan reses dialokasikan selama 24 hari dalam tiga kali kegiatan. Sebagian peserta rapat mengusulkan alokasi tersebut dikurangi. Menimbang padatnya agenda DPRD sepanjang tahun.
Namun, sebagian lainnya menginginkan alokasi reses tetap dipertahankan. Sebab, kegiatan itu merupakan sarana anggota dewan menyerap aspirasi masyarakat.
“Ada juga yang menyampaikan jumlah tersebut sudah sesuai dengan ketentuan Kementerian Dalam Negeri,” kata Suhud.
Ia menegaskan, usulan pengurangan alokasi hari reses bukan untuk memangkas kegiatan anggota dewan di tengah masyarakat.
Waktu yang tersedia dapat dialihkan untuk kegiatan lain yang berkaitan dengan pelayanan dan sosialisasi kepada masyarakat.
“Pengurangan kegiatan reses itu diusulkan untuk dialihkan kepada program atau kegiatan lain agar lebih efektif,” kata Suhud.
Salah satu alternatif yang mengemuka yakni kegiatan sosialisasi Jaga Jakarta melalui pendekatan budaya. Seluruh masukan selanjutnya akan diformulasikan oleh sekretariat dewan sebelum ditetapkan dalam format kegiatan yang lebih rinci.
“Nanti akan kita putuskan format bakunya seperti apa,” kata Suhud.
Rumah AspirasiRapimgab turut membahas usulan Rumah Aspirasi. Gagasan tersebut membutuhkan kajian lanjutan. Terdapat perbedaan pandangan mengenai efektivitas kegiatan dengan kebutuhan anggaran.
“Dalam pembahasan tadi juga ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Terutama dengan mempertimbangkan anggaran,” kata Suhud.
Keterbatasan anggaran membuat DPRD harus selektif dalam menyusun program baru. Karena itu, konsep Rumah Aspirasi masih akan dikaji. Memastikan manfaatnya sebanding dengan kebutuhan anggaran.
“Karena tentu membutuhkan anggaran yang besar,” kata Suhud.
Rancangan AgendaSekretaris DPRD DKI Jakarta Augustinus memaparkan rancangan agenda kerja DPRD 2027. Berdasarkan rekapitulasi sementara, akumulasi alokasi waktu dari berbagai agenda DPRD mencapai 375 hari kegiatan.
Jumlah tersebut meliputi rapat kerja Alat Kelengkapan Dewan (AKD), kunjungan kerja, reses, bimbingan teknis, rapat paripurna, pembahasan anggaran, kegiatan panitia khusus,
Coffee Morning, Press Gathering, hingga Badan Kehormatan (BK) Award.
Akumulasi tersebut dimungkinkan karena beberapa kegiatan antar-AKD dapat berlangsung pada hari yang sama. Sekretariat DPRD masih akan menyesuaikan jadwal agar seluruh kegiatan terlaksana secara efektif.
Hasil pembahasan Rapimgab selanjutnya akan dibawa ke rapat paripurna untuk mendapatkan persetujuan secara umum. Rincian bentuk kegiatan masih akan dimatangkan.
“Bentuk kegiatannya mungkin masih akan kita elaborasi lebih dalam lagi,” pungkas Suhud.
BERITA TERKAIT: