Hal itu disampaikan Ribka dalam Apel Kesadaran Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemprov NTT di Kupang pada Senin, 21 September 2026.
“Saya menyampaikan duka cita mendalam terkait penembakan terhadap tiga ASN di Papua Pegunungan,” kata Wamendagri di hadapan ribuan ASN Pemprov NTT.
Adapun tiga ASN menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di jalanan Distrik Muliama, Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Ketiga korban merupakan ASN Dinas Pertanian Jayawijaya, dan di antaranya ada yang berasal dari NTT.
“Sejak dulu, banyak warga NTT yang telah menjadi bagian sejarah kehidupan masyarakat di Papua,” kata Ribka.
Senada dengan Ribka, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengajak masyarakat NTT dan Papua menjaga persatuan serta keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah.
“Kita harus menjaga semangat rasa kebersamaan dan persatuan kita,” kata Emanuel Melkiades.
Menurut Emanuel Melkiades, seluruh pihak bersedih atas kejadian di Jayawijaya. Namun, ulah oknum KKB itu tidak boleh membuat hubungan masyarakat NTT dan Papua menjadi terganggu.
“Kita harus menjaga keharmonisan hubungan masyarakat kedua daerah karena sudah memiliki hubungan kedekatan emosional sejak lama,” kata Emanuel Melkiades.
Dalam kesempatan tersebut, Wamendagri turut mengapresiasi capaian pertumbuhan ekonomi Provinsi NTT yang mencapai 5,01 persen di tengah tantangan geografis dan topografis daerah. Begitu juga dengan upaya Pemprov NTT menekan laju inflasi yang dinilai baik.
BERITA TERKAIT: