"Ada satu fakta memang betul itu ada dokumen yang dipalsukan, dokumennya itu nggak palsu tapi tanda tangan saya dipalsukan. Nomor dokumennya berbeda dengan nomor aslinya," kata Dody saat acara media briefing di Kementerian PU, Jumat 22 Mei 2026.
Menurut Dody, jika tanda tanganya saja berani dipalsukan tak menutup kemungkinan pegawai itu juga memalsukan tanda tangan pejabat lain di Kementerian PU.
“Kalau tanda tangan Menteri PU aja berani dipalsukan, ya gimana dengan tanda tangan yang lainnya, Dirjen, Sekjen, dan lain-lainnya," ujarnya.
Dody juga menyingung soal
deep state alias negara bayangan di dalam birokrasi dan kementerian oleh Presiden Prabowo dan ternyata ada di kementerian yang dipimpinnya.
Dody mengibaratkan
deep state di kemeneterian PU seperti rayap yang menggerogoti kayu. Oleh sebab itu, selama kepemimpinannya beberapa kali ia melakukan bongkar pasang pejabat setingkat eselon 1,2 dan 3 sebagai upaya menghilangkan rayap-rayap yang menggerogoti kayu.
Kendati demikian, ia yakin masih banyak pegawai di Kementerian PU yang mau bekerja dengan baik dan benar untuk memberikan pelayanan dan menyelesaikan program prioritas dari pemerintah.
“Kaya rayap yang menggerogoti kayu-kayu. Tapi saya tetap haqul yakin, haqul yakin sekali. Dari 38.600 ASN yang ada di Kementerian PU, saya haqul yakin masih super banyak yang mau bekerja dengan baik dan benar,” tegas Dody.
BERITA TERKAIT: