Hal tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum, di Jalan Pattimura, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.
“Ada dua tipe, karena kita pakai prototype supaya sama-sama semua,” ujar dia didampingi Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati dan Plt.Dirjen Cipta Karya Chandra Rudi.
Dia menjelaskan, spesifikasi bangunan SPPG disesuaikan dari calon penerima manfaatnya.
“Kalau di bawah seribu, kalau ga salah, 10x15 meter persegi. Itu bangunanya, bukan totalnya,” urai Dody.
“Nah untuk yang penerima manfaatnya sampai dengan di atas seribu, sampai dengan tiga ribu itu kita bangunkan 20x20 meter persegi, tapi bangunanya doang ya,” tambahnya menjelaskan.
Khusus tipe bangunan 10x15 meter persegi, Dody menyatakan totalnya cukup besar karena disitu ada pengolahan air limbahnya.
“Tapi disitu plus-plus semua. Ada genset, ada pengolahan air limbah, untuk spamnya juga kita siapkan,” katanya.
Lebih lanjut, Dody juga memastikan fasilitas lainnya untuk mendukung optimalisasi pengerjaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.
“Jadi kami mengantisipasi misalnya mendadak listrik mati, bahan-bahan mentah yang disimpan di lemari pendingin itu tidak rusak. Kemudian ada genset yang antara 25-40 KVA lah tergantung besar-kecilnya bangunan,” demikian Dody menambahkan.
BERITA TERKAIT: