Hal tersebut disampaikan Zulhas, usai rapat koordinasi bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso.
Usai rapat itu, Budi Santoso menyampaikan usulan HET Minyakita dinaikkan. Alasannya, HET tidak berubah sejak ditetapkan Rp15.700 per liter pada 14 Agustus 2024.
"Arahnya itu dulu. Kita diskusikan dulu, habis itu nanti ratas lagi. Kita lihat kan, itu (harga Minyakita) sudah tiga tahun lebih Rp15.700, kan semua harus disesuaikan," kata Budi, Rabu 22 April 2026.
Budi memastikan akan mengikuti arahan untuk melakukan perhitungan hingga kemudian bisa dibahas kembali terkait kemungkinan untuk menaikkan harga Minyakita.
"Nanti kita kaji. Nanti dari hasil rapat tadi kita akan kaji, kita hitung lagi. Kita hitung bareng-bareng," pungkas Budi.
Sementara Zulhas mengakui harga Minyakita sudah bertengger cukup lama di level saat ini.
"Tadi Mendag mengusulkan penyesuaian, tapi saya minta dihitung dulu," ujar Zulhas.
Ia menjelaskan setelah ada perhitungan pasti, usulan tersebut akan kembali dibahas dalam rapat khusus.
"Kita minta BPKP dan beberapa instansi terkait untuk menghitung mana-mana nanti baru kita rapat secara khusus. Jadi minyak kita tidak ada perubahan harga," jelasnya.
Adapun saat ini, harga Minyakita di pasar sudah melampaui harga HET yang ditetapkan pemerintah.
Hasil Rapat Koordinasi (Rakor) di tengah pasokan crude palm oil (CPO) domestik yang melimpah hingga 5,7 juta ton, harga Minyakita justru melonjak di kisaran Rp20.000-Rp22.000 per liter di wilayah dengan distribusi paling lancar seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Bali.
BERITA TERKAIT: