Aktivis Forum Sipil Bersuara (FORSIBER) Hamdi Putra mengatakan, rencana mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ), Arab Saudi merupakan langkah politik-simbolik yang terlalu dipaksakan di tengah karut-marutnya fondasi operasional di dalam negeri.
Program tersebut dilaporkan membidik sekitar 1.408 siswa anak WNI/Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Jeddah hingga Makkah.
"Langkah ekspansi lintas negara ini kontradiktif dengan realitas tata kelola BGN saat ini," kata Hamdi, dikutip Rabu 3 Juni 2026.
BGN sendiri menyebut, per 31 Mei 2026, tercatat lebih dari 8.000 SPPG yang pernah di-
suspend dan lebih dari 2.000 SPPG yang masih berstatus
suspend. Angka ini menjadi bukti konkret bahwa BGN belum selesai membuktikan kapasitas pengawasan, mutu, dan kepatuhan dapur produksi di tanah air.
"BGN belum selesai membereskan dapur MBG di dalam negeri, tetapi sudah mengetuk pintu Jeddah hingga Makkah," kata Hamdi.
BERITA TERKAIT: