Gagasan tersebut disampaikan Afi saat mengisi kuliah umum di Universitas Hasanuddin menjelang Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI 2026, Selasa 2 Juni 2026.
"Pertama soal digitalisasi. Fokus pada penetrasi IKM di ranah digital, akselerasi, dan transformasi dengan jargon JadiDigital," kata Afi.
Afi juga memperkenalkan visi JadiCair yang berfokus pada investasi dan akses pendanaan bagi pelaku usaha muda.
Tak hanya itu, Afi juga mengemukakan visi ketiga yakni JadiMandiri. Menurutnya, hal ini penting karena menciptakan kemandirian ekonomi yang mesti diperjuangkan generasi muda.
Selanjutnya, terkait peningkatan kualitas pengusaha dengan jargon JadiPaten. Afi bercita-cita memberi wadah pengusaha muda untuk kolaborasi, sehingga dapat tumbuh bersama.
"Kelima adalah penguatan jejaring. Termasuk advokasi dan kemitraan strategis," kata Afi.
Visi kelima memiliki jargon JadiSolid, yang fokus merangkul pengusaha muda untuk maju bersama.
Menurut Afi, mahasiswa tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perkembangan ekonomi nasional. Ia mendorong generasi muda untuk aktif menciptakan inovasi yang mampu memperkuat hilirisasi ekonomi Indonesia.
Afi juga menyoroti empat tantangan utama yang dihadapi pengusaha muda, yakni keterbatasan pemodalan, riset, akses pasar, dan koneksi bisnis.
BERITA TERKAIT: