Pelaku pasar saat ini cenderung menahan diri sembari mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah dan menanti rilis data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Di pasar spot, emas bergerak mendatar di level 4.486,32 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Agustus ditutup menguat tipis 0,3 persen ke posisi 4.519,90 Dolar AS per ons.
Pergerakan positif juga diikuti oleh komoditas logam mulia lainnya, di mana perak spot naik ke 75,17 Dolar AS, platinum menguat ke 1.933,07 Dolar AS dan paladium bertambah ke level 1.370,16 Dolar AS per ons.
Beberapa analis menilai bahwa pasar emas saat ini masih kehilangan arah yang jelas karena sangat bergantung pada pergerakan harga minyak, imbal hasil obligasi, dan nilai tukar Dolar AS.
Tren penguatan diperkirakan baru akan terbentuk jika momentum minat beli investor mulai pulih.
Fokus pasar sendiri tertuju pada dinamika hubungan AS dan Iran terkait peninjauan proposal penghentian perang. Di sisi lain, konflik ini telah memicu lonjakan harga energi yang memperkuat kekhawatiran inflasi.
Untuk membaca arah kebijakan suku bunga ke depan, investor kini mengantisipasi rilis data ketenagakerjaan AS versi ADP pada Rabu besok dan laporan resmi pemerintah pada Jumat. Data ini sangat diantisipasi setelah laporan April menunjukkan anomali, di mana jumlah lowongan pekerjaan meningkat namun aktivitas perekrutan justru melambat akibat ketidakpastian ekonomi.
Di sisi proyeksi, Commerzbank memutuskan untuk memangkas target harga emas akhir tahun ini dari 5.000 Dolar AS menjadi 4.800 Dolar AS per ons, serta sedikit menurunkan prospek perak karena melemahnya permintaan industri.
BERITA TERKAIT: