PDIP Lagi Cari Simpati Publik dengan Tunggangi Suara Penolak MBG

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Sabtu, 07 Maret 2026, 03:21 WIB
PDIP Lagi Cari Simpati Publik dengan Tunggangi Suara Penolak MBG
Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)
rmol news logo Sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal Makan Bergizi Gratis (MBG), mengindikasikan adanya kekhawatiran terhadap citra partai di publik dan potensi mempengaruhi elektoral ke depan.

Founder Citra Institute, Yusak Farchan menilai, sikap PDIP yang tertuang dalan surat edaran untuk internalnya bukan menolak MBG.

"PDIP tidak menolak program MBG. PDIP hanya melarang kader atau anggotanya berbisnis, mengkomersialkan atau mencari keuntungan dari MBG," ujar Yusak kepada RMOL, Jumat, 6 Maret 2026.

Yusak meyakini, PDIP sudah mengkalkulasi politik 2029 mendatang, jika MBG sukses dilaksanakan pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Bahkan, magister ilmu politik Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan, partai berlogo partai banteng moncong putih itu menggunakan strategi kontra narasi untuk mendapat dukungan dari kelompok yang berseberangan dengan pemerintah.

"PDIP sedang berupaya meraih simpati publik dengan menunggangi suara-suara sumbang dari kelompok yang menolak atau mengkritik MBG," kata Yusak.

"Jadi mustahil program populis tidak dikapitalisasi baik untuk kepentingan material maupun kepentingan elektoral," sambungnya rmol news logo article
Konten iklan di bawah berasal dari platform DISQUS, tidak terkait dengan pembuatan konten ini

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA