Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari menegaskan pihaknya tetap menjalankan program tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, sembari melakukan berbagai pembenahan agar pelaksanaannya lebih tepat sasaran dan efisien.
"Kalau kami, ya kami kan diangkat untuk menjalankan perintah. Bahwa masyarakat pro-kontra dan sebagainya itu hal yang memang wajar di dalam negara demokrasi," kata Arum usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan.
Arum mengatakan tugas BGN saat ini adalah memperbaiki tata kelola program, mulai dari penataan penerima manfaat, pembenahan data, hingga evaluasi dapur MBG.
Menurutnya, program MBG tetap dibutuhkan karena masih banyak kelompok rentan yang memerlukan intervensi gizi, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini.
"Tapi kalau saya, Pak Trenggono, diangkat dan diperintah Bapak Presiden untuk memperbaiki BGN. Itu yang kami lakukan," tegasnya.
Sebelumnya, penghentian program MBG menjadi salah satu tuntutan yang disuarakan mahasiswa dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di sejumlah titik di Jakarta pada Jumat, 12 Juni 2026 dan Senin, 15 Juni 2026.
Selain meminta program MBG dihentikan, massa aksi juga menuntut pemerintah menghentikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta menghentikan pemborosan APBN.
BERITA TERKAIT: