Hal itu disampaikan Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR bersama Menteri Agama, Nasaruddin Umar, di komplek parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 11 November 2025.
“Di sana Pak Menteri memang agak miris ya karena pendapatan atau penghasilan atau honor guru-guru madrasah di sana masih sangat minim Pak,” kata Pasha menegaskan.
Pasha mengungkapkan, banyak guru madrasah di Kepulauan Seribu hanya menerima honor di kisaran Rp50 ribu hingga Rp500 ribu per bulan, bahkan ada yang belum menerima honor sama sekali.
"Makanya waktu Pak Menteri kemarin lagi tugas luar, saya coba telepon ke ajudan supaya bisa dihubungkan, biar mereka tuh paling tidak, bisa ada harapan lah, kira-kira begitu,” kata Pasha.
Menurut Pasha, akses menuju Kepulauan Seribu juga menjadi tantangan tersendiri bagi para guru dan pihak Kemenag. Jarak tempuh ke pulau-pulau di kawasan itu bisa mencapai 1 hingga 3 jam perjalanan laut, dengan biaya transportasi yang tidak murah.
“Sementara kantor-kantor kita ini kan rata-rata bertempatnya di Jakarta, di Jakarta Utara. Sehingga koordinasi itu juga cukup sulit, biayanya cukup besar," pungkas Pasha.
BERITA TERKAIT: