Kekerasan di Daycare Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Pengasuhan Anak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/faisal-aristama-1'>FAISAL ARISTAMA</a>
LAPORAN: FAISAL ARISTAMA
  • Selasa, 28 April 2026, 17:07 WIB
Kekerasan di Daycare Jadi Alarm Lemahnya Pengawasan Pengasuhan Anak
Anggota Komisi VIII DPR Fraksi PAN Sigit Purnomo Said atau Pasha Ungu. (Foto: Dok. Pribadi)
rmol news logo Kasus kekerasan dan penelantaran anak di Daycare Little Aresha di Yogyakarta bukan sekadar kejadian biasa, melainkan indikasi adanya praktik yang berlangsung sistematis dan berulang.

Demikian disampaikan Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Sigit Purnomo Said alias Pasha Ungu kepada wartawan, Selasa 28 April 2026.

Pasha mengungkapkan, kondisi daycare secara nasional masih memprihatinkan. Banyak tempat penitipan anak yang belum memiliki izin resmi, sumber daya manusia yang belum tersertifikasi, hingga standar operasional yang belum terpenuhi. 

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan pengasuhan anak terus meningkat.

“Diperlukan langkah tegas dan menyeluruh agar kasus serupa tidak terus terulang,” kata Pasha.

Fraksi PAN, lanjut Pasha, mendorong sejumlah langkah konkret, antara lain penutupan tegas terhadap daycare yang terbukti melanggar, evaluasi menyeluruh secara nasional, serta penerapan standar Taman Asuh Ramah Anak (TARA). 

Selain itu, penguatan sistem perlindungan anak (child safeguarding) juga menjadi hal yang mendesak.

“Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, layak, dan terlindungi,” pungkasnya.

Polisi menetapkan 13 tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan anak di Daycare Little Aresha Jogja. Mereka terdiri dari ketua yayasan, kepala sekolah, dan pengasuh.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA