Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan, kerjasama di bidang industri pertahanan ini merupakan kerja nyata yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir dalam membangun kemandirian pertahanan nasional.
"Saya menyambut baik pelucuran Holding BUMN Pertahanan atau Defend ID. Kerjasama industri pertahanan ini merupakan kerja nyata Pak Prabowo selaku Menteri Pertahanan dan Pak Erick Thohir sebagai Menteri BUMN," kata Andre dalam keterangannya, Jumat (21/4).
Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini berharap, keberadaan Defend ID nantinya benar-benar bisa menjadi penggerak dalam mewujudkan kemandirian pertahanan nasional.
Terlebih, kata dia, Menhan Prabowo dan Menteri BUMN Erick Thohir telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU tentang komitmen meningkatkan nilai TKDN hingga 50 persen.
"Ini adalah sebuah komitmen dalam membangun kemandirian pertahanan nasional. Kita berharap Defend ID menjadi penggerak dalam mewujudkan ketahanan pertahanan nasional," terangnya.
Pada pembentuka kerjasama itu, PT Len Industri (Persero) telah ditunjuk sebagai induk holding industri pertahanan yang beranggotakan PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, PT Pindad, dan PT Dahana.
Pembentukan holding dipilih sebagai opsi konsolidasi paling optimal dibanding dengan opsi peleburan. Opsi ini dipilih dengan memperhitungkan faktor peningkatan pendapatan, penghematan biaya, optimalisasi modal, reputasi brand, proses dan waktu pendirian, kontrol, disrupsi operasional dan peraturan.
"Saya optimistis pembentukan holding BUMN industri pertahanan akan memberikan manfaat tidak hanya bagi anggota holding dan pemerintah, tapi juga para pemangku kepentingan lainnya serta ekosistem pertahanan secara keseluruhan," demikian Andre.
BERITA TERKAIT: