Pendekatan Keamanan Berbasis Kekerasan Tidak akan Menyelesaikan Masalah Wadas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/raiza-andini-1'>RAIZA ANDINI</a>
LAPORAN: RAIZA ANDINI
  • Kamis, 10 Februari 2022, 11:22 WIB
Pendekatan Keamanan Berbasis Kekerasan Tidak akan Menyelesaikan Masalah Wadas
Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus/Net
rmol news logo Gejolak yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Purworejo, Jawa Tengah antara warga dengan aparat saat proses pengukuran lahan disesalkan anggota DPR RI dari Fraksi PAN Guspardi Gaus.

Baginya aksi masyarakat menolak desa mereka dijadikan lokasi tambang batu andesit untuk kepentingan pembangunan proyek Bendungan Bener merupakan hal yang wajar. Apalagi, mereka khawatir penambangan akan merusak sumber mata air dan sawah. Sementara sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani.

"Mereka menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan mereka dan ketika ditambang berarti menghilangkan penghidupan Wadas yang berada di kawasan perbukitan Menoreh tersebut,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/2).

Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam peristiwa di Desa Wadas bisa menimbulkan berbagai kritik dari berbagai elemen masyarakat dan menimbulkan keresahan di masyarakat.

Dia mengatakan dalam menangani konflik agraria menggunakan pendekatan keamanan (security approach) berbasis kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Dampaknya justru akan menimbulkan rasa trauma bagi masyarakat.

“Kekerasan seperti yang terjadi di Desa Wadas harus dihindari. Apalagi dalam peristiwa ini telah terjadi penyerbuan, pengejaran dan pengepungan kepada warga masyarakat. Dan informasi terakhir dikabarkan dari 67 orang warga yang ditangkap,” tutupnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA