Baginya aksi masyarakat menolak desa mereka dijadikan lokasi tambang batu andesit untuk kepentingan pembangunan proyek Bendungan Bener merupakan hal yang wajar. Apalagi, mereka khawatir penambangan akan merusak sumber mata air dan sawah. Sementara sebagian besar mata pencaharian mereka adalah petani.
"Mereka menganggap lahan itu adalah sumber kehidupan mereka dan ketika ditambang berarti menghilangkan penghidupan Wadas yang berada di kawasan perbukitan Menoreh tersebut,†ujarnya kepada wartawan, Kamis (10/2).
Menurutnya, tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan dalam peristiwa di Desa Wadas bisa menimbulkan berbagai kritik dari berbagai elemen masyarakat dan menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dia mengatakan dalam menangani konflik agraria menggunakan pendekatan keamanan (security approach) berbasis kekerasan tidak akan menyelesaikan masalah. Dampaknya justru akan menimbulkan rasa trauma bagi masyarakat.
“Kekerasan seperti yang terjadi di Desa Wadas harus dihindari. Apalagi dalam peristiwa ini telah terjadi penyerbuan, pengejaran dan pengepungan kepada warga masyarakat. Dan informasi terakhir dikabarkan dari 67 orang warga yang ditangkap,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: