Menyusul keputusan tersebut, Vatikan menunjuk Mgr Christophorus Tri Harsono sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Bogor untuk menjamin keberlanjutan pelayanan pastoral dan administratif.
Pengumuman ini disampaikan melalui keterangan resmi yang dimuat di situs Keuskupan Bogor, keuskupanbogor.org. Penunjukan Administrator Apostolik dilakukan hingga Takhta Suci menetapkan uskup definitif yang baru.
Monsinyur Paskalis menyampaikan bahwa dirinya teringat kata-kata Rasul Paulus dalam 2 Timotius 4:7 dalam perpisahan dengan para romo.
"Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman," kata Monsinyur Paskalis, dikutip Selasa 20 Januari 2026.
Menurut Monsinyur Paskalis, dibalik setiap keputusan administratif, dirinya mengimani ada tangan Tuhan yang sedang merajut rencana.
"Saya menerima ini dengan sukacita batin, karena ketaatan kepada Takhta Suci adalah janji yang Ia pegang teguh," kata Monsinyur Paskalis.
Kemudian, Mgr Christophorus Tri Harsono yang hadir dalam kesempatan tersebut berjanji bila dirinya akan menjalankan tugas kepemimpinan pastoral dan administratif Keuskupan Bogor untuk sementara waktu, hingga Takhta Suci mengangkat Uskup definitif yang baru.
Penunjukan ini bertujuan menjamin kesinambungan pelayanan gerejawi serta pendampingan pastoral bagi umat di seluruh wilayah Keuskupan Bogor.
Kini, seluruh umat diajak bersatu dalam doa demi kepemimpinan dan masa depan Gereja di Keuskupan Bogor yang semakin kuat dan berbuah.
Monsinyur Paskalis diangkat menjadi Uskup Keuskupan Bogor pada 21 November 2013. Seiring berjalannya waktu, pada akhir 2024 lalu, ia memilih untuk tidak diangkat menjadi Kardinal demi pendalaman spiritual.
Kardinal dalam suatu negara sendiri berpotensi menjadi Paus (Pemimpim umat Katolik dunia) melalui Konklaf.
Kala itu Mgr Paskalis memilih untuk terus bertumbuh dalam kehidupan religius sebagai seorang biarawan Fransiskan.
BERITA TERKAIT: