“Saya apresiasi BIN dalam vaksinasi nasional,†ujarnya kepada wartawan, Senin (19/7).
Namun demikian, mantan anggota Komnas HAM itu menggarisbawahi agar vaksin
door to door yang digelar BIN tidak dilakukan di Papua dan Papua Barat.
Dia menyarankan agar vaksinasi di Papua dan Papua Barat diserahkan kepada pemda setempat dan lembaga sipil seperti biasa.
Alasannya, karena Pigai khawatir rakyat Papua dan Papua Barat masih trauma saat melihat aparat negara.
“Khusus untuk Provinsi Papua dan Papua Barat keterlibatan Polisi, TNI, dan BIN untuk vaksin
door to door belum perlu. Rakyat Papua trauma aparat negara,†tegasnya.
BIN sedianya akan melakukan vaksinasi sistem jemput bola ini di 14 provinsi dan diikuti 20.000 masyarakat.
Adapun ke-14 provinsi sasaran pelaksanaan vaksinasi
door to door adalah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, serta Jawa Timur.
Kemudian ada pula Bali, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.
BERITA TERKAIT: