Namun di sisi lain, ada sebagian masyarakat mengkhawatirkan kompleksitas akses dari pemilu terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan keamanan.
Rakyat yang bernurani dan berakal sehat pasti mendambakan Pilpres 2019 berjalan dengan transparan, jujur, adil, beradab. Prinsip-prinsip itu semestinya diterapkan sejak proses awal, saat pelaksanaan (hari H), hingga proses perhitungan hasil pemilu.
Semua rakyat mendambakan dari proses awal hingga akhir tidak cacat oleh tindakan kecurangan yang meruntuhkan prinsip jurdil dan beradab. Kerena dengan begitulah pemilu akan melahirkan kepemimpinan baru yang legitimed dan bermartabat.
Namun sangat disayangkan masing-masing kandidat sudah mendeklarasikan kemenangan, dan bukan duduk bersama untuk mencari solusi terhadap kecurangan Pemilu yang terjadi. Dengan membiarkann kecurangan Pemiu 2019, sama saja kita ikut dengan kejahatan Pemilu.
Pemilu 2019 sudah menghabiskan Anggaran sekitar Rp. 25 Trilyun tapi hasil akhirnya adalah produk kecurangan dan kejahatan sistematis, sangat mungkin rakyat akan bangkit untuk melakukan kontrol sosial dan perlawanan hukum baik di Mahkamah Konstitusi maupun ke dunia internasioanal terhadap kajahatan Pemilu 2019.
Rakyat sangat berharap Pemilu 2019 kemarin berjalan dengan baik, adil dan jujur - Namun dalam kenyataannya masih jauh dari diharapkan.
Semoga kedepan Pemilu berjalan dengan jujur dan adil.
Setya Dharma S. PelawiSenator ProDEM
Jaringan Aktivis Pro Demokrasi
BERITA TERKAIT: