Hal itu disampaikan Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli kepada wartawan seusai rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 9 April 2026.
“Magang nasional memang belum ya, belum apa, belum ada di mata anggaran. Jadi memang itu sifatnya adalah kita harus usulkan,” ujar Yassierli.
Ia menjelaskan, efisiensi yang dilakukan lebih difokuskan pada pos-pos seperti perjalanan dinas dan kegiatan administratif, termasuk rapat-rapat. Namun, detail pemangkasan masih dalam proses penyisiran lebih lanjut karena sifatnya masih bersifat global.
“Jadi yang diefisienkan itu memang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Menkeu, terkait dengan perjalanan dinas, ya, kemudian terkait dengan administratif. Detailnya, ya rapat-rapat dan seterusnya, kami masih, karena itu gelondongan. Jadi kita harus sisir dulu,” jelasnya.
Di tengah kebijakan efisiensi tersebut, Kemnaker, kata Yassierli, tetap berupaya menjaga keberlangsungan program pelatihan dan vokasi dengan mengedepankan inovasi dan kolaborasi lintas kementerian.
Yassierli mengungkapkan, pihaknya telah menjalankan sejumlah proyek percontohan (pilot project) pelatihan bersama kementerian lain, seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Koperasi, serta kerja sama pelatihan dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Jadi skema-skema seperti ini, kita memiliki balai, kita memiliki instruktur, kita memiliki skema sertifikasi. Kemudian kementerian teknis tersebut ada program, kemudian juga ada sharing pembiayaan di situ. Jadi itulah strategi kita terkait dengan pelatihan vokasi, ya,” ungkapnya.
Selain itu, Kemnaker juga akan mengoptimalkan penggunaan teknologi digital dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk rapat secara daring, sebagai bagian dari adaptasi terhadap kebijakan efisiensi anggaran.
“Ya kita akan optimalkan itu,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: