Wakil Ketua Komisi II DPR Aahmad Riza Patria tancap gas membombardir Ketua KPU Arief Budiman terkait DPT tersebut.
"Kami menemukan ada kejanggalan dalam DPT, kami menjemukan ada 7 juta lebih DPT yang kami anggap bermasalah. Ada yang kelahirannya dari tahun 1876, sekarang usianya sudah 140 tahun, ada yang namanya sama dan lain-lain," ujar Riza.
Anggota DPR Fraksi Gerindra ini juga membeberkan adanya penemuan satu KK berisi 44 orang di Banyuwangi. Setelah didatangi ternyata KK itu hanya 2 orang anggotanya.
"Jadi temuan-temuan ini bukan karena kami berada di pihak oposisi, bukan juga karena kami 02, ini masalah pemilu yang luber dan jurdil," tegas Riza.
Menurut dia upaya penemuan data ini jangan dianggap sebagai proses mendelegitimasi KPU. Riza menegaskan ini agar demokrasi di Indonesia berjalan baik.
"Jangan ini dianggap sebagai upaya untuk mendelegitimasi pemilu, mendelegitimasi KPU, apalagi pemerintah, bukan sama sekali. Ini untuk pemilu kita yang lebih baik," tandasnya.
BERITA TERKAIT: