Pengamat intelijen dan geopolitik, Amir Hamzah menilai, dua langkah ini menjadi kunci untuk memastikan agenda pemberantasan korupsi berjalan efektif dan tidak terhambat oleh kepentingan internal.
“Reshuffle itu bukan sekadar politik, tapi instrumen untuk memastikan loyalitas dan kinerja. Reformasi Polri juga penting agar penegakan hukum tidak tebang pilih,” kata Amir dalam keterangannya, dikutip Selasa 7 April 2026.
Amir menegaskan, publik kini menunggu realisasi janji politik Presiden Prabowo, khususnya dalam hal pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.
Ia berpandangan, momentum saat ini akan menjadi penentu apakah pemerintahan Prabowo Subianto mampu membangun legitimasi kuat atau justru terjebak dalam tarik-menarik kepentingan elite.
“Ini ujian. Presiden harus membuktikan bahwa janji ‘bersih-bersih’ bukan sekadar retorika. Kalau berhasil, legitimasi akan kuat. Kalau tidak, justru akan menjadi bumerang,” pungkas Amir.
BERITA TERKAIT: