SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup Sementara Imbas Motor Terbakar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widodo-bogiarto-1'>WIDODO BOGIARTO</a>
LAPORAN: WIDODO BOGIARTO
  • Selasa, 07 April 2026, 05:22 WIB
SPBU Sriwijaya Semarang Ditutup Sementara Imbas Motor Terbakar
SPBU Sriwijaya ditutup sementara. (Foto: Dok. PT Pertamina)
rmol news logo PT Pertamina Patra Niaga menutup sementara operasional SPBU Sriwijaya di Kota Semarang selama dua hari setelah insiden kebakaran sepeda motor yang sempat viral di media sosial.

Peristiwa terbakarnya sepeda motor terjadi pada Jumat 3 April 2026, usai mengisi BBM. Muncul narasi petugas SPBU mempersulit saat Alat Pemadam Api Ringan (APAR) milik mereka hendak dipinjam untuk memadamkan api.

Langkah penutupan sementara ini diambil pasca insiden sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap standar keselamatan (HSSE) dan layanan pelanggan.Demografi

Dalam keterangan persnya, Pertamina menyebut petugas SPBU melakukan penanganan awal dengan memastikan kondisi di sekitar area pengisian dalam kondisi aman, sebelum kemudian melakukan pemadaman menggunakan APAR hingga api berhasil dipadamkan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menegaskan bahwa penutupan sementara ini bertujuan untuk pembinaan intensif dan perbaikan fasilitas.

“Kami menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang terjadi. Pertamina telah melakukan penelusuran dan memastikan penanganan di lapangan, serta menjadikan ini sebagai bahan evaluasi untuk penguatan aspek keselamatan dan pelayanan di SPBU,” kata Taufiq dikutip dari RMOLJateng, Selasa 7 April 2026.

Insiden ini diselesaikan melalui dialog antara pihak Pertamina dan pemilik kendaraan, Chiko Relisviano Ramadhan. Chiko mengapresiasi transparansi yang ditunjukkan pihak SPBU dalam menjelaskan kronologi kejadian.

“Saya sudah mendapatkan penjelasan dari pihak SPBU dan Pertamina. Permasalahan ini sudah diselesaikan secara baik," kata Chiko dalam video yang diperoleh dari Pertamina.

Di sisi lain, Giyono selaku operator yang bertugas saat kejadian, juga menyampaikan permohonan maaf.

"Kejadian ini merupakan pembelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan serta pelayanan saya ke depannya,” kata Giyono.

Selama masa penutupan, Pertamina bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penguatan pelatihan mitigasi bencana bagi seluruh staf. 

Pertamina juga menegaskan bahwa penggunaan APAR dalam kondisi darurat di area SPBU bersifat gratis dan merupakan bagian dari prosedur keselamatan baku yang telah dikuasai oleh setiap petugas melalui pelatihan rutin.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA