Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said mengungkapkan bahwa dalam rapat internal kabinet Jokowi, JK kerap menyampaikan beberapa catatan kritis mengenai proyek infrastruktur yang terlampau mahal.
Namun, catatan kritis itu biasanya diabaikan dan tidak dijadikan sebagai bahan pertimbangan putusan pemerintah.
"Belakangan saya kira beliau (JK) punya batas, punya kewajiban sebagai seorang negarawan untuk menyampaikan kepada publik," katanya dalam konferensi pers di Media Center Prabowo-Sandi, Jalan Sriwijaya I nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2).
Selama ini Jokowi selalu membanggakan proyek infrastruktur yang sudah dibangun dalam beberapa kesempatan. Namun belakangan, kritik terkait mahalnya proyek LRT seharga Rp 500 miliar per kilometer justru terus dilancarkan oleh Wapres JK yang notabene masih menjadi bagian dari pemerintahan.
Sudirman yang kini Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ini mengaku yakin bahwa dalam waktu dekat JK akan kembali mengeluarkan kritik terkait proyek infrastruktur yang dibangun di era Jokowi.
Terlebih proyek infrastruktur yang dilancarkan pemerintah diduga sebatas kejar target dengan agenda Pemilu 2019.
"Mungkin akan ada beberapa lagi yang kayak begitu. Ini terlalu mahal, tidak efisien, dan lain-lain. LRT Bogor-Jakarta studi belum ada kontrak belum ada tapi sudah dikerjakan. Apalagi kalau bukan mengikuti agenda pemilu," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: