Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, proyek yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti sektor pangan, air, energi, hingga konektivitas tetap berjalan bahkan dipercepat.
Efisiensi anggaran hanya menyasar program yang belum siap dari sisi perencanaan.
“Kalau memang itu adalah prioritas Pak Presiden dan memberikan dampak kepada masyarakat yang sangat-sangat maksimal (proyek tetap berjalan),” ujar Dody kepada wartawan usai rapat di DPR, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Ia menegaskan proyek strategis seperti pembangunan bendungan untuk irigasi dan pengendalian banjir tetap menjadi prioritas utama pemerintah. Karena itu, Dody memastikan proyek-proyek tersebut tidak akan terganggu hanya karena dinamika anggaran.
“Pekerjaan itu tidak akan terganggu hanya gara-gara masalah, misalnya politisasi anggaran,” tegasnya.
Untuk menjaga pembangunan tetap berjalan, pemerintah juga menyiapkan sejumlah skema pendanaan alternatif. Di antaranya melalui perpanjangan proyek menjadi kontrak
multi-years hingga membuka peluang kolaborasi dengan badan usaha milik negara (BUMN).
Menurut Dody, berbagai opsi tersebut disiapkan agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.
“Kalau kurang ya saya bisa minta lagi. Tapi kalau memang tidak bisa tambah lagi karena kedepesan anggaran, ya sudah. Kita perpanjang menjadi multi-years. Masih banyak cara,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: