Apel ini melibatkan sebanyak 88 prang peserta yang nantinya akan disebar untuk melakukan napak tilas ke seluruh Indonesia selama 73 hari.
Mereka akan menyentuh langsung masyarakat tingkat bawah dan menyebarkan virus persatuan dan patriotisme, sebagaimana semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Kirab ini bertujuan untuk mempromosikan kreativitas untuk memberdayakan potensi pemuda dan mendorong optimalisasi potensi daerah melalui peran pemuda.
"Kami harapkan Kirab Pemuda 2018 lebih baik, lebih produktif, lebih berdampak luas kepada anak muda di tanah air dan mereka tidak lagi ditempatkan di hotel-hotel, tapi di kampung-kampung rumah penduduk agar mereka bisa berbaur dan beradptasi sekaligus menjadi keluarga baru dari penduduk setempat," ujar Imam Nahrawi dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (3/8).
Menpora menjelaskan bahwa peserta kirab akan menjadi jurubicara pemerintah dalam mengampanyekan perang melawan narkoba, korupsi, radikalisme, terorisme.
“Merekalah nanti yang terus membumikan Pancasila, sehingga setiap saat tentu harus kita pantau sejauh mana efeknya di tengah-tengah masyarakat. Pemuda ini adalah corong perubahan dan corong optimisme bagi masa depan Indonesia," sambungnya.
Peserta akan dibagi menjadi dua zona. Zona I berangkat dari Provinsi NAD, lanjut Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, Babel, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Kaltara, Banten, dan berakhir DKI Jakarta.
Zona II akan dimulai dari Provinsi Papua, ke Maluku, Malut, Sulut, Gorontalo, Sulteng, Sulbar, Sulsel, Sultenggara, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, dan berakhir di Bali.
Zona I akan dimulai tanggal 5 September dari Sabang dan Zona II dari Merauke pada tanggal 7 September. Kedua zona itu akan bertemu kembali tanggal 15 November 2018 di Jakarta.
[ian]
BERITA TERKAIT: