Mereka berkumpul di pinggir kolam air mancur, dengan mengenakan kaos berwarna biru bertuliskan #jagaindonesia #8%pertumbuhanekonomi #0%kemiskinan.
Hisyam Taufik, koordinator acara menjelaskan, kegiatan tersebut serentak dilakukan di 3 kota pada hari yang sama, yakni di Jakarta, Malang dan Semarang.
Hisyam menerangkan, inisiator acara yaitu William Heinrich, Ketua Ikatan Alumni Lemhannas HIPMI ke VI.
Lebih lanjut, Hisyam menjelaskan kegiatan ini berangkat dari kegelisahan William dan teman-temannya yang melihat ruang publik, khususnya di media sosial, terlalu riuh dengan kegaduhan-kegaduhan yang tidak produktif, bahkan berpotensi memecah belah anak bangsa di tengah situasi global yang sedang tidak normal.
“Bangsa kita terbelah antara yang pro dan kontra dengan pemerintah. Bukan pro kontra terhadap kebijakannya, tetapi kepada penyelenggara pemerintahannya. Ini tidak sehat,” kata Hisyam dalam keterangan tertulis, Senin 20 April 2026.
Hisyam berharap, dengan dilakukannya aksi ini, akan semakin banyak yang sadar bahwa untuk menuju Indonesia emas 2045, dibutuhkan persatuan seluruh rakyat Indonesia. Mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.
“Tidak akan ada kemajuan yang bisa kita capai dengan kegaduhan. Kalau mau maju ya kita dukung pemerintah. Kalau ada hal-hal yang tidak benar, kita kritik secara konstruktif,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: