Pandangan itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma (Gusma), yang menilai pernyataan tersebut lebih mencerminkan perbedaan cara pandang daripada penilaian objektif terhadap kapasitas kepemimpinan Paus Leo XIV.
“Paus Leo XIV justru menunjukkan kepemimpinan yang relevan dengan tantangan dunia modern. Dalam menghadapi kriminalitas, beliau tidak memilih pendekatan instan berupa hukuman semata, melainkan menyoroti akar persoalan seperti ketimpangan sosial, kemiskinan, dan budaya kekerasan. Ini adalah pendekatan yang lebih berkelanjutan dan berorientasi pada solusi jangka panjang,” ujar Gusma dalam keterangan resmi pada Selasa, 14 April 2026.
Lebih mendalam, Gusma menegaskan bahwa kritik Trump terhadap kebijakan luar negeri Paus Leo XIV juga tidak berlandasarkan dasar yang kuat
Sebab, Vatikan sejak lama memainkan peran sebagai kekuatan moral global dengan mengedepankan diplomasi, dialog, dan perdamaian.
“Menilai kebijakan luar negeri Paus dengan standar kekuatan militer adalah keliru. Paus Leo XIV melanjutkan tradisi diplomasi damai dengan menyerukan deeskalasi konflik dan perlindungan kemanusiaan. Dalam banyak kasus, pendekatan ini justru menjadi jalan keluar ketika kekuatan senjata gagal menyelesaikan konflik,” tegasnya.
BERITA TERKAIT: