Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Mgr Ignatius Suharyo mengungkapkan bahwa kata politik terlalu bersih bila disandingkan dengan insiden politik yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
"Saya tidak setuju dengan tahun politik. Yang kami jalani tahun persatuan, amalkan Pancasila, kita Bhineka, kita Pancasila," ujarnya di Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Minggu (1/4)
Dirinya menjelaskan bahwa istilah tahun politik yang digunakan selama ini sama dengan merendahkan arti politik itu sendiri, karena hanya digunakan untuk mencapai jabatan yang diinginkan.
"Dengan istilah tahun politik kita merendahkan arti politik. Karena namanya tahun politik yang terjadi siapa yang mau jadi bupati, siapa yang mau jadi walikota, dan sebagainya," lanjutnya.
Suharyo menambahkan politik memiliki arti yang positif jika dicapai dengan kebaikan bersama, namun yang terjadi belakangan ini politik hanya digunakan untuk rebutan uang, kekuasaan, gengsi semata.
Ia berpendapat bahwa seharusnya politik harus diresapi dengan pancasila agar negara ini makin maju.
"Kalau politik tidak diresapi pancasila ya mengerikan. Berapa banyak yang jadi tersangka KPK, karena pancasila hanya diucapkan tidak pernah diterjemahkan menjadi gagasan dan gerakan," tukasnya.
[dem]
BERITA TERKAIT: