"PSI-nya aja yang geer, berbicara seolah-olah membicarakan kemenangan dan segala macamnya. Jelas itu geer saja," ujar Fahri Hamzah di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/3).
Pertemuan Presiden dengan pimpinan parpol bukan masalah. Sebagai kepala pemerintah, presiden juga berarti pembinaan bagi semua parpol. Karenanya, kata Fahri, jelas ngawur jika pertemuan PSI dengan Jokowi diklaim membicarakan strategi pemenangan.
"Jadi PSI tidak boleh tiba-tiba datang ke Istana dan menyebut telah membicarakan strategi kemenangan dengan presiden, memangnya siapa dia?" ucap Fahri.
Pertemuan Jokowi dan PSI terjadi pada pada Kamis (1/3) sore, pukul 15.00 WIB di Istana. Para pengurus PSI yang datang ke Istana adalah Ketua Umum Grace Natalie, Sekjen Raja Juli Antoni, dan Ketua DPP Tsamara Amany.
PSI mengakui pertemuan berlangsung tertutup selama sekitar 90 menit tersebut membicarakan Pileg hingga Pilpres 2019. Diantaranya, strategi pemenangan Jokowi melalui media sosial.
Advokat Cinta Tanah Air ( ACTA) berpendapat terjadi pelanggaran atau maladministrasi dalam pertemuan Jokowi dengan PSI. Sebab, pertemuan tersebut membahas pemenangan Pemilihan Pilpres di Istana Kepresidenan.
ACTA pun sudah melaporkan dugaan maladministrasi tersebut ke Ombudsman.
[dem]
BERITA TERKAIT: