Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menekankan dalam proses seleksi tidak boleh ada praktik titipan atau intervensi dari pihak tertentu. Merit system harus dikedepankan.
“Rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalitas. Tidak boleh ada titipan orang dalam,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.
Menurut sosok yang akrab disapa Gus Rivqy itu, posisi manajer Kopdes sangat strategis sehingga harus diisi oleh individu yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam mengelola koperasi.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu juga mengingatkan bahwa tanpa pemahaman dan pengalaman yang memadai, manajer akan kesulitan menjalankan operasional koperasi secara efektif.
“Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak mengerti dan tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan koperasi dengan baik,” tegasnya.
Selain kompetensi dan pengalaman, Gus Rivqy juga menyoroti pentingnya integritas dalam diri calon manajer. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan koperasi membutuhkan kejujuran dan tanggung jawab tinggi.
“Integritas itu kunci. Kalau manajer tidak amanah dan melakukan penyelewengan, koperasi bisa bubar,” katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan program Kopdes Merah Putih merupakan program baru yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, persiapan harus dilakukan secara matang, termasuk dalam memilih sumber daya manusia yang akan mengelolanya.
“Karena ini program prioritas, maka harus dipersiapkan dengan serius. Pilih orang-orang yang tepat, yang benar-benar handal,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa manajer Kopdes tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat desa.
“Manajer harus bisa berinteraksi dan membangun kepercayaan masyarakat. Itu penting agar koperasi bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.
BERITA TERKAIT: