Bagi Presiden Joko Widodo, semua keberagaman itu merupakan anugerah Tuhan untuk rakyat Indonesia.
"Bermacam-macam majemuk sukunya bermacam-macam agamanya berbeda-beda ini sudah menjadi takdir Allah, sudah menjadi hukum Allah, inilah anugerah Allah yang diberikan kepada kita bangsa Indonesia," tutur Presiden Jokowi saat menghadiri Silaturahim Nasional Majelis Tafsir Al-Qur’an ke-III di Stadion Manahan Solo, Minggu (17/9).
Dalam kesempatan ini, Jokowi teringat pesan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Ia meminta agar Jokowi berhati-hati memimpin banyak suku karena di Afghanistan yang terdiri dari tujuh suku saja sering terjadi perpecahan.
"Presiden Jokowi, hati-hati negaramu, di Afghanistan itu hanya ada 7 suku, hanya ada 7 suku, negaramu memiliki 714 suku. Di Afganistan ada suku Pashtun, suku Haszara, suku Path Tajik, suku Dahar Aynak, suku Uzbek, suku Kaiman, suku Aimak, 7 suku, kurang lebih 30 tahun yang lalu 2 suku bertikai, bersengketa," kata Jokowi menuturkan pesan Ashraf Gani.
Atas alasan itu, Jokowi tidak henti-hentinya menyampaikan pesan kepada rakyat untuk terus bersama-sama merawat negara ini. Menurutnya, saat ini Indonesia menjadi sorotan negara lain karena banyak yang ingin belajar mengenai kemajemukan.
"Bagaimana kita bisa menunjukkan bahwa Islam di Indonesia adalah Islam yang Rahmatan Lil Alamin. Inilah yang ingin kita tunjukkan. Supaya dunia tahu, bahwa negara ini adalah negara besar," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: